Rabu, 25 Januari 2017

Ekosistem Padang Rumput

Ciri- ciri Ekosistem Padang Rumput

Kita telah mengetahui bahwa di Bumi terdapat beberapa macam eksosistem. Pada dasarnya memang ekosistem di Bumi dibagi menjadi dua macam, yakni ekosistem daratan dan juga ekosistem perairan. Namun ekosistem tersebut dipecah menjadi beberapa macam lagi. Ekosistem daratan dipecah menjadi beberapa macam, salah satu jenis ekosistem daratan adalah ekosistem padang rumput. Ciri- ciri atau karakteristik yang dimiliki oleh ekosistem padang rumput ini antara lain:
  1. Membentang dari daerah tropis hingga ke subtropis
Ekosistem padang rumput ini berada di wilayah yang memiliki iklim tropis, namun bisa juga ekosistem ini membantang hingga ke wilayahya yang memiliki iklim sub tropis yakni di daerah yang memiliki letak astronomis antara garis ekuator hingga 23.5ᵒ garis lintang utara dan lintang selatan.
  1. Berada di hamparan lahan yang datar atau sedikit berbukit kecil 
Ekosistem padang rumput ini pada umumnya berada di lahan yang bersifat datar atau berbukit- bukit kecil. Tidak hanya itu, lahan tersebut juga mempunyai berbagai macam spesies rumput. Di padang rumput ini setidaknya kita menemukan 4.500 spesies rumput atau bahkan lebih.
  1. Curah hujan rendah, yakni sekita 90 hingga 150 cm per tahun
Ekosistem padang rumput ini merupakan ekosistem yang memiliki curah hujan yang rendah, yakni hanya sekitar 90 hingga 150 cm per tahunnya. Curah hujan yang rendah itupun mempunyai pola persebaran yang tidak teratur. Karena hujan yang turun dengan tidak teratur ini maka akan menyebabkan porositas serta drainase kurang baik sehingga tumbuhan sulit untuk mendapatkan air.
  1. Penguapan tinggi
Di ekosistem padang rumput ini kita juga akan menemukan tingkat penguapan atau evaporasi yang tinggi. Karena adanya penguapan yang tinggi, hal ini menyebabkan kelembaban tanah menjadi rendah.
  1. Terkadang terjadi kekeringan parah
Di ekosistem padang rumput ini terkadang juga terjadi kekeringan yang sangat parah. Hal ini karena ekosistem padang rumput ini hanya memiliki curah hujan rendah, itupun tidak teratur kapan saja hujan akan turun, sehingga hal seperti ini akan mudah menimbulkan kekeringan.
  1. Hewan didominasi oleh herbivora dan karnivora
Binatang- binatang yang hidup di ekosistem padang rumput ini sebagian besar merupakan binatang yang memakan rumput atau memakan daging. Beberapa binatang yang tinggal di ekosistem padang rumput ini antara lain adalah kijang, rusa, jerapah, kambing liar, gajah, sapi, zebra, singa, dan harimau.
  1. Suhu yang dimiliki mirip dengan hutan gugur
Ekosistem padang rumput ini memiliki suhu yang mirip dengan hutan gugur.
  1. Tanahnya tidak mampu menyimpan air dengan baik
Tanah di padang rumput ini merupakan jenis tanah yang kurang baik untuk menyimpan air. Hal ini karena rendahnya tingkat porositas pada tanah dan juga adanya sistem penyaluran yang kurag baik. Hal inilah yang menyebabkan rumput tumbuh dengan subur.
  1. Mempunyai pohon yang khas, yakni akasia
Ekosistem padang rumput ini sesekali mempunyai pohin. Ada satu pohon yang sangat khas yang tumbuh di padang rumput ini, pahon tersebut adalah pohon akasia.
Proses Terbentuknya Padang Rumput
Padang rumput merupakan salah satu kenampakan alam yang bersifat alamiah. Dikatakan alamiah karena padang rumput ini terbetuk karena proses alam dan bukan merupakan campur tangan manusia. padang rumput yang alami ini melalui sebuah proses hingga terbentuklah padang rumput tersebut. Proses pembentukan padang rumput ini lebih banyak disebabkan karena faktor cuaca.
Cuaca yang menjadi penyebab utama dari terbentuknya padang rumput ini adalah karena rendahnya tingkat curah hujan. Curah hujan yang sangat rendah, yakni rata- rata 30 cm per tahun tersebut menyebabkan tumbuh- tumbuhan sulit untuk menyerap air. Hal ini mengakibatkan hanya jenis rumputlah tumbuhan yang dapat bertahan hidup. Oleh karena itulah wilayah ini ditumbuhi oleh banyak sekali rumput. Rumput yang tunbuh pun dari spesies atau jenis yang bermacam- macam sehingga membentuk suatu padang yang sangat luas yang disebut sebagai padang rumput.

Komponen Ekosistem Padang Rumput

Sama seperti dengan jenis ekosistem yang lainnya, ekosistem padang rumput juga mempunyai  komponen- komponen yang menyusun ekosistem padang rumput itu  sendiri. Komponen yang ada di ekosistem padang rumput ini meliputi komponen biotik dan juga abiotik. Komponen abiotik adalah komponen yang tidak hidup atau berupa benda mati, sementara komponen biotik merupakan komponen yang berupa makhluk hidup. Berbagai macam komponen yang berada di ekosistem padang rumput ini adalah:
  • Komponen biotik. Komponen biotik atau komponen hidup yang dimiliki oleh ekosistem padang rumput ini jumlahnya banyak sekaada beberapa jenis. Komponen biotik yang dimiliki oleh ekosistem padang rumput adalah organisme autotrof, seperti pepohonan dan juga rumput, organisme heterotrof, seperti jamur, dan juga pengurai.
  • Komponen abiotik. Selain komponen yang hidup, ada pula komponen yang tidak hidup. Komponen yang tidak hidup ini disebut sebagai komponen abiotik. Komponen abiotik merupakan komponen yang berasal dari benda tak hidup atau benda mati. Komponen abiotik ini adalah komponen fisik dan juga komponen kimia yang dijadikan media maupun substrat yang dijadikan sebagai tempat hidup makhluk hidup. Beberapa komponen abiotik yang dimiliki oleh ekosistem padang rumput ini antara lain adalah suhu, air, cahaya matahari (baca: bagian-bagian matahari), angin, batu (baca: proses terjadinya siklus batuan), tanah, dan tingkat keasaman atau pH.
Flora dan Fauna di Padang Rumput
Setiap wilayah di daratan mempunyai beberapa flora dan fauna khas yang menempati kawasan tersebut. Hal ini karena kawasan tersebut merupakan habiat dari flora dan fauna yang khas tersebut. Flora dan fauna yang tinggal di hutan hujan tropis berbeda dengan flora dan fauna yang hidup di gurun, demikian pula dengan padang rumput ini. Padang rumput juge mempunyai flora dan fauna yang khas sendiri.
  1. Flora
Flora yang ada di padang rumput ini tentu saja didominasi oleh rumput dengan berbagai spesies atau jenis. Hal ini karena padang rumput adalah wilayah yang mempunyai sedikit sekali curah hujan sehingga tidak banyak pepohoinan yang dapat bertahan hidup disana. Hanya rumputlah yang bisa bertahan hidup di padang tersebut. Maka dari itulah padang ini disebut sebagai padang rumput.
  1. Fauna
Sama seperti flora, padang rumput juga memiliki fauna atau hewan khasnya sendiri. hewan atau fauna yang hidup di padang rumput adalah di dominasi oleh bianatang binatang herbivora dan karnivora. Binatang herbivora yang tinggal di padang rumput ini pun didominasi yang memakan jenis rerumputan, seperti rusa, kambing liar, gajah, jerapah, dan lain sebagainya. Semantara bianatang karnovor ini akan mencari makan dengan memburu binatang- binatang pemakan rumput. Beberapa binatang karnivor yang tinggal di padang rumput antara lain singa dan macan.

Jenis-jenis Padang Rumput

Kita bisa membayangkan kenampakan dari padang rumput ini berupa hamparan lahan luas yang ditutupi oleh berbagai jenis spesies rumput. Apabila kita bayangkan tampaknya padang rumput hanya seperti itu saja tanpa ada variasi lainnya. Namun tahukah Anda bahwa ternyata padang rumput ini terdiri dari beberapa macam? Ya, padang rumput ini terdiri atas beberapa macam. Setidaknya ada  4 jenis padang rumput yang perlu kita ketahui. Berikut merupakan macam- macam dari padang rumput adalah sebagai berikut:
  1. Padang rumput Alpen
  2. Padang rumput gurun
  3. Padang rumput pantai
  4. Padang rumput basah
Itulah beberapa jenis padang rumput yang ada di Bumi ini. Selain jenis yang telah disebutkan di atas, ada juga yang menyebutkan bahwasannya ada 3 jenis lagi yang termasuk ke dalam jenis padang rumput. Ketiga jenis padang rumput itu antara lain adalah sebagai berikut:
  1. Stepa
Stepa merupakan kenampakan padang rumput yang halus tanpa diselingi adanya pepohonan, kecuali yang berada di dekat sungai atau danau. Rumput yang tumbuh di stepa ini pada umumnya berupa rumput- rumput yang berukuran pendek.  Stepa ini juga merupakan jenis padang rumput yang bersifat semi gurun. Padang rumput ini terkadang ditutupi oleh semak  atau rumput, atau bahkan keduanya.
Hal ini tergantung pada musim dan juga garis lintang. Nama stepa ini juga digunakan untuk menunjukkan iklim yang dimiliki oleh suatu daerah yang bersifat terlalu kering untuk menunjang suatu hutan namun juga tidak terlalu kering untuk dikatakan sebuah gurun. Stepa ini terdapat di Indonesia, khususnya di Nusa Tenggara Timur.
  1. Sabana
Jenis padang rumput selanjutnya adalah sabana atau savannah. Sebenarnya sabana ini merupakan suatu bioma. Kenampakan bioma sabana ini adalah hamparan padang rumput yang diselingi oleh beberapa pohon yang sejenis. Padang sabana ini banyak berada di daerah luas Afrika, Asia, Australia, dan juga Amerika Selatan. Dasar padang saban ini merupakan tanah yang berlempung dan tahan terhadap air. Untuk mengetahui lebih jelas mengenai padang sabana, berikut ini merupakan ciri- ciri dari padag sabana:
  • Padang sabana mempunyai curah hujan antara 90 – 150 cm/ tahun
  • Padang sabana merupakan padang rumput yang diselingi oleh beberapa pohon
  • Padang sabana ini ditumbuhi oleh beberapa jenis flora, seperti tumbuhan gerbang, rumput, Acacia, Aucalyptus
  • Sebagai habitata beberapa jenis fauna, seperti gajah, macan tutul, kijang, zebra, singa, kuda, dan beberapa jenis serangga
  1. Prairi atau Prairie
Prairi atau prairie ini merupakan salah satu jenis padang rumput yang mempunyai wilayah yang datar, landai, atau berbukit kecil. Prairi lebih bayak ditumbuhi oleh rerumputan yang tinggi dan tidak banyak ditumbuhi oleh pohon- pohon. Prairi ini kabarnya juga disebut- sebut sebagai salah satu bioma, namun belum banyak yang menyataknnya sebagai bioma. Padang rumput prairi ini sangat mudah kita temukan di setiap benua yang ada di Indonesia, kecuali di Benua Antartika.
  1. Pampa
Jenis padang rumput yang selanjutnya adalah papma. Nama pampa ini berasal kata Indian Guaran tingkat polos. Pampa merupakan padang rumput yang mempunyai bentuk datar. Padang rumput pampa ini banyak sekali kita temukan di Argentima dan meluas ke Uruguay. Padang rumput pampa ini memiliki suhu rata- rata sebesar 18ᵒ Celcius. Iklim yang dimiliki oleh padang rumput pampa ini bersifat lembab dan juga hangat.
Itulah beberapa jenis dari padang rumput. Padang rumput ini merupakan suatu kekayaan alam yang harus dileskatikan keberadaannya, sehingga ini adalah tugas manusia untuk dapat melestarikannya demi menjaga keutuhan lingkungan hidup di Bumi.
Sumber :IlmuGeografi.com

Minggu, 22 Januari 2017

Ekosistem Air

Ciri- ciri Ekosistem Air


Ekosistem air mempunyai beberapa ciri khusus yang akan membedakannya dengan jenis ekosistem yang lainnya. Disamping habitatnya yang didominasi oleh perairan, masih ada ciri tau karakteristik lain yang dimiliki oleh ekosistem air ini. mengenai karakteristik atau ciri- ciri yang dimiliki oleh ekosistem air, berikut adalah ciri- ciri ekosistem air tersebut:
  • Lingkungannya di dominasi oleh perairan – Ekosistem air merupakan ekosistem yang habitatnya di dominasi oleh air, maka dari itulah dinamakan ekosistem air. Meskipun demikian, masih ada bagian dari ekosistem ini yang bukan berupa perairan namun dengan jumlah atau prosentase yang sangat kecil. Contohnya adalah bagian permukaan air, meskipun bagian ini masih termasuk ke dalam ekosistem air namun sudah bercampur dengan udara.
  • Dihuni oleh makhluk- makhluk yang hidup di air atau amfibi – Ekosistem air ini dihuni oleh makhluk- makhluk yang hidupnya di air, maupun di dua alam (air dan darat) baik binatang maupun tumbuhan. Maka dari itulah di ekosistem air ini kita akan menemui binatang dan tumbuhan seperti itu.
  • Cahaya matahari terbatas – Tidak seperti ekosistem darat yang diterpa cahaya matahari banyak, di ekosistem air ini kita akan mendapati cahaya matahari yang terbatas atau lebih sedikit. Pasalnya, cahaya matahari ini hanya dapat menembus beberapa meter saja di air, maka dari itulah ekosistem ini hanya mendapatkan sinar matahari (baca: bagian- bagian matahari) yang terbatas.
  • Perubahan suhu tidak terlalu ekstrim – Berbeda dengan eksositem daratan yang mempunyai perbedaan suhu ekstrim di antara siang dan malam hari, ekosistem air ini justru tidak memiliki perbedaan yang ekstrim antara kedua kondisi tersebut. Ekosistem darat mempunyai suhu yang ekstrim karena memperoleh banyak cahaya matahari di siang hari dan diterpa banyak angin (baca: jenis- jenis angin). Sehingga hal ini menyebabkan terjadinya perbedaan suhu yang sangat mencolok tersebut. Sedangkan ekosistem air ini hanya mendapatkan sinar matahari yang terbatas dan tidak terlalu banyak diterpa angin, sehingga perbedaan suhunya ditak terlalu ekstrim.
  • Ada konsumen dan ada produsen – Sama halnya dengan ekosistem darat, ekosistem air ini juga memiliki makhluk yang bertindak konsumen dan juga produsen. Jika di darat yang bertindak sebagai produsen adalah tumbuh-tumbuhan maka di air yang bertindak sebagai produsen adalah fitoplankton. Sedangkan yang bertindak sebagai konsumen adalah binatang- binatang dan juga predator air.
Itulah ciri- ciri yang dimiliki oleh ekosistem air. Ekosistem air memang mempunyai beberapa persamaan dan juga perbedaan dengan ekositem daratan. hal ini merupakan satu bentuk keragaman kenampakan di Bumi sebagai planet yang mempunyai ciri- ciri planetyang bisa dihuni oleh makhluk hidup.

Komponen Ekosistem Air

Ekosistem merupakan interaksi antara berbagai komponen biotik dan abiotik yang menempati wilayah yang luas. Oleh karena itulah komponen merupakan bagian dari ekosistem. Dalam satu ekosistem terdapat dua jenis komponen, yaitu:
  1. Komponen biotik, yaitu komponen yang terdiri dari makhluk- makhluk hidup yang mempunyai ciri- ciri sebagai makhluk hidup (bisa bergerak, makan dan minum, berkembang biang, dan peka terhadap rangsang). Contoh komponen biotik di ekosistem air antara lain ikan, fitoplankton, zooplankton, tumbuhan yag hidup di air, binatang amfibi dan binatang- binatang air yang lainnya.
  2. Komponen abiotik, merupakan komponen yang berkebalikan dari komponen biotik. Yakni komponen yang terdiri dari benda- benda yang tak hidup namun keberadaanya mempunyai pengaruh terhadap kelangsungan hidup makhluk- makhluk hidup yang ada di lingkungan tersebut. Komponen abiotik yang ada di ekosistem air antara lain cahaya matahari, batu, udara atau oksigen, dan suhu.

Itulah komponen- komponen yang berada di ekosistem air. Komponen- komponen tersebut memanglah harus ada demi membentuk lingkungan yang disebut dengan ekosistem. Oleh karena itulah pada ekosistem air ini kita akan mendapati berbagai macam komponen- komponen tersebut.

Jenis jenis Ekosistem Air


Air adalah jenis jenis sumber daya alam yang melimpah ruah di Bumi. Bahkan kita tidak hanya akan menemukan air di wilayah laut (baca: macam- macam laut)  maupun samudera saja , melainkan di daratan juga dapat kita temukan  sumber air, sepertimacam- macam danau, sungai (baca: manfaat sungai), rawa (baca: ciri ciri hutan rawa gambut), waduk (baca: waduk terbesar di Indonesia), dan lain sebagainya. Oleh karena itulah air yang kita temui di Bumi jenisnya ada banyak sekali.
Seperti halnya dengan jenis jenis air, ekosistem air pun juga memiliki beberapa jenis atau beberapa macam. Jenis atau macam eksositem air ini tergantung pada letak dari perairan tersebut. Mengenai ekosistem air yang terdiri dari beberapa macam, berikut adalah macam- macam dari ekosistem air:
  1. Ekosistem sungai atau ekosistem air tawar
Jenis ekosistem air yang pertama adalah ekosistem sungai. Ekosistem yang akan kita bicarakan ini juga sering disebut sebagai ekosistem air tawar. Ekosistem sungai atau ekosistem ar tawar ini merupakan ekosistem yang berada di lingkungan sungai. Disebut sebagai ekosistem air tawar karena air yang berada di sekitar ekosistem ini mempnyai rasa yang tawar dan tidak asin seperti air laut (baca: eksosistem air laut).
Ekosistem air tawar atau ekosistem sungai ini ternyata mempunyai banyak karakteristik atau ciri-ciri. Ciri- ciri yang dimiliki oleh ekosistem air tawar ini merupakan pembeda dengan ekosistem lainnya. Beberapa ciri atau karakteristik yang dimiliki oleh ekosistem sungai atau air tawar ini antara lain:
  • Memiliki salinitas atau tingkat kadar garam yang rendah. Kadar garam di ekosistem sungai atau air tawar ini sangat rendah, bahkan lebih rendah dari sitoplasma.
  • Suhu tidak ekstrim. Ekosistem air tawar atau sungai ini memiliki variasi atau tingkat perubahan suhu yang tidak terlalu ekstrim. Maksudnya antara siang dan malam tidak ada perbedaan suhu yang terlalu mencolok.
  • Terbatasnya sinar matahari yang dapat masuk. Di ekosistem air tawar atau sungai, terdapat cahaya matahari namun dalam jumlah yang terbatas, bahkan cenderung kurang. Hal ini karena cahaya matahari hanya dapat menembus hingga beberapa meter saja di dalam air. Akibatnya hanya area atau bagian tertentu saja yang dapat menikmati cahaya matahari.
  • Dipengaruhi oleh iklim dan cuaca. Meskipun lingkungan air hanya mendapatkan pengaruh yang sedikit dari kondisi yang ada di alam, namun lingkungan air ini tetap mendapatkan pengaruh. Pengaruh terutama dikarenakan cuaca dan juga ikim (baca:pembagian iklim di Indonesia). Meskipun tidak terlalu terpengaruh banyak oleh cuaca dan iklim seperti ekosistem darat, namun ekosistem air ini tetap dipengaruhi oleh kedua hal tersebut.
Itulah ciri atau karakteristik dari ekosistem air tawar atau ekosistem sungai. Ekosistem air tawar ini ternyata dibagi menjadi 2 jenis, yaki berdasar pada gerak airnya. Kedua jenis ekosistem air tawar tersebut adalah ekosistem lentik dan juga ekosistem lotik. Ekosistem lentik adalah ekosistem yang airnya tenang atau tidak mengalir, dan ekosistem lotik adalah ekosistem yang airnya bergerak.

Jenis ekosistem air yang kedua adalah ekosistem laut. Sesuai dengan namanya, ekosistem laut  merupakan jenis ekosistem yang berada di wilayah perairan laut. Sama halnya dengan ekosistem air tawar, ekosistem laut pun juga mempunyai ciri khasnya atau karakteristiknya sendiri. Sifat atau karakteristik yang dimiliki oleh ekosistem laut ini merupakan sifat khusus dan hanya dimiliki oleh ekosistem air laut tersebut. Beberapa sifat yang dimiliki oleh ekosistem air laut tersebut antara lain:
  • Mempunyai kadar garam yang tinggi. Berbeda dengan ekosistem air tawar, ekosistem air laut ini justru mempunyai kadar garam yang tinggi. Kadar garam yang dimiliki oleh ekosistem air laut ini sebanyak 0,3%. Kadar garam dengan jumlah sekian ini mirip dengan kepekatan protoplasma.
  • Terdapat kehidupan di semua bagiannya. Ekosistem laut ini merupakan jenis ekosistem yang memiliki kehidupan di setiap bagiannya. Semua kedalaman di laut terdapat kehidupan, kecuali di dasar laut yang sangat. Dasar laut yang sangat dalam tersebut merupakan tempat yang tidak cocok untuk kehidupan.
  • Ekosistem saling bersambungan. Ekosistem air laut ini merupakan jenis ekosistem yang saling bersambungan antara satu dengan lainnya. Hal ini salah satunya disebabkan kerana wilayah laut (baca: zona laut)yang panjang dan luas. Oleh sebab itulah ekosistem ini sangat memungkinkan untuk bercampur satu dengan yang lain karena adanya sirkulasi air laut.
  • Terjadi pemborosan energi. Ekosistem air laut merupakan satu jenis ekosistem yang memiliki rantai makanan yang relatif panjang. Oleh karena itulah terjadi banyak pemborosan energi di sepanjang rantai makanan tersebut.
Itulah ciri- ciri yang miliki ekosistem laut. Sama halnya dengan ekosistem air tawar atau ekosistem sungai, ekosistem laut ini di masing- masing kedalaman mempunyai karakteristiknya masing- masing. Bagian permukaan lebih banyak terdapat aktivitas prosuksi dibandngkan dengan bagian dalam atau dasar. Hal ini karena di bagian permukaan cahaya matahari lebih mudah masuk. Dan itulah jenis- jenis dari ekosistem air.
Sumber : IlmuGeografi.com

Ekosistem Darat

Ciri- ciri Ekosistem Darat


  1. Ekosistem yang memiliki lingkungan fisik berupa daratan
Lingkungan fisik dari ekosistem daratan memang ada di wilayah daratan, namun bukan berarti tidak ada perairan sama sekali. Di ekosistem daratan pun kita juga bisa menemukan perairan, namun yang disoroti secara umum adalah wilayah daratannya, sedangkan perairan hanya sebagai tambahan saja.
  1. Memiliki tipe struktur vegetasi dominan dalam skala luas
Ekosistem daratan merupakan gambaran interaksi makhluk hidup dengan lingkungannya secara umum. Sehingga ekosistem daratan tidak hanya mencakup wilayah yang sempit saja, namun meliputi wilayah yang luas. Maka dari itulah ekosistem daratan ini juga dikenal sebagai bioma.
  1. Jenis tumbuhan dan juga hewan beradaptasi pada lingkungan atau wilayah daratan
Karena ekosistem darat, maka dari itulah binatang dan tumbuhan atau flora dan fauna juga beradaptasinya dalam wilayah daratan. Hal ini karena daratan menjadi habitat dari flora dan fauna tersebut. Oleh karena ekosistem daratan ini terdiri dari beberpa jenis dan setiap jenis mempunyai karakteristiknya masing- masing, maka dari itulah setiap jenis ekosistem daratan ini mempunyai flora dan fauna yang khas dari masing- masing.

Komponen Ekosistem Darat


Seperti halnya jenis ekosistem yang lainnya, ekosistem daratan juga memiliki komponen- komponen yang menyusun ekosistem itu sendiri. Komponen yang terdapat dalam ekosistem darat ini juga meliputi komponen biotik dan juga abiotik. komponen abiotik merupakan komponen yang tidak hidup atau berupa benda mati, sedangkan komponen biotik merupakan komponen yang berupa makhluk hidup. Berikut ini merupakan komponen yang ada di dalam ekosistem darat.

  • Komponen biotik. Komponen biotik atau komponen yang berupa makhluk hidup yang ada di ekosistem daratan banyak sekali jenisnya, yakni binatang, tumbuhan, manusia, serta organisme- organisme lainnya.
  • Komponen abiotik. Selain komponen yang hidup, ada pula komponen yang tidak hidup. Meskipun tidak hidup namun keberadaan komponen ini bisa mempengaruhi komponen- komponen lain yang ada di ekosistem tersebut. Berikut merupakan komponen abiotik atau komponen yang tidak hidup di ekosistem darat, yaitu suhu, cahaya matahari, air, iklim, tanah, garam batu, dan lain sebagainya.

  • Jenis jenis Ekosistem Darat


    1. Bioma hutan gugur
    hutan gugur
    Bioma hutan gugur merupakan jensi ekosistem darat yang pertama akan kita bahas. Bioma hutan gugur ini terdapat di daerah yeng mengalami empat musim, yakni musim panas, musim gugur, musim dingin, dan musim semi.
    Bioma hutan gugur ini kebanyakan berada di daerah Amerika Serikat bagian timur, Asia timur, Chili, dan juga Eropa Barat. Bioma hutan gugur ini bisa dikatakan sebagai bioma yang khas karena memiliki ke khas an sendiri apabila dibandingan dengan bioma yang lainnya. Beberapa ciri yang dimiliki oleh bioma hutan gugur antara lain:
    • Memiliki curah hujan yang merata di sepanjang tahunnya, yakni sekitar 75 hingga 100 cm/ tahun
    • Tumbuhan yang hidup di bioma ini pada umumnya memiliki daun yang lebar
    • Terdapat di daerah yang mempunyai empat musim, yaitu musim dingin, musim semi, musim panas, dan musim gugur
    • Air yang ada di bioma ini akna membeku apabila terjadi musim dingin
    • Tumbuhan tidak melakukan fotosintesis ketika musim dingin karena air tidak dapat diserap dengan baik
    • Dihuni oleh binatang- binatang yang mengalami hibernasi ketika musim dingin menyerang
    • Beberapa hewan melakukan hibernasi ketika musim dingin, dan beberapa hewan lagi melakukan membentuk jaringan lebak di bawah kulitnya, dan ada pula yang bermigrasi ke tempat lain
    • Berada di wilayah yang mempunyai iklim sub tropis, yakni yang terletak di 23,5ᵒ garis lintangutara/ lintang selatan
    • Radiasi sinar matahari, curah hujan, dan kelembaban meninggi ketika musim panas tiba
    • Sebaliknya, radiasi sinar matahari, curah hujan , dan tingkat kelembaban akan turun ketika musim dingin tiba
    • Daun- daun berubah menjadi merah atau coklat ketika musim dingin karena tumbuhan tidak melakukan fotosintesis (tidak dapat menyerapp air)
    • Salju mulai mencair adalah tanda musim panas tiba.
    1. Bioma Sabana
    sabana
    Bioma sabana merupakan ekosistem darat yang berupa padang rumput dengan diselingi oleh beberapa pohon. Sabana ini berada di daerah yang memiliki iklim tropis. Wilayah yang banyak terdapat bioma sabana adalah di Australia Utara, Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Batat, dan Kenya.
    Bioma sabana ini dibedakan menjadi dua jenis, yakni bioma sabana murni (yaitu sabana yang terdiri atas satu jenis pohon), dan bioma sabana campuran (yaitu sabana yang terdiri atas beberapa jenis pohon). Beberapa jenis pohon yang hidup di bioma sabana ini adalah rumput, Aucalyptus, tumbuhan gerbang, dan Acacia. Sedangkan beberapa hewan yang menempati bioma sabana ini antara lain macan tutul, gajah, rusa atau kijang, zebra, singa, kuda, dan beberapa macam serangga termasuk rayap. Untuk mengetahui lebih dalam mengenai bioma sabana ini, berikut ini merupakan ciri- ciri dari bioma ini:
    • Mempunyai curah hujan antara 90 – 150 cm/ tahun
    • Merupakan padang rumput yang diselingi oleh beberapa pohon
    • Ditumbuhi oleh beberapa jenis flora, seperti tumbuhan gerbang, rumput, Acacia, Aucalyptus
    • Dihuni oleh beberapa jenis fauna, seperti gajah, macan tutul, kijang, zebra, singa, kuda, dan beberapa jenis serangga
    Itulah beberapa  ciri yang dimiliki oleh bioma sabana ini. Untuk mengetahui lebih lengkap mengenai bioma ini, baca Bioma Sabana.
    1. Bioma Tundra
    tundra
    Jenis ekosistem darat selanjutnya adalah bioma tundra. Bioma tundra ini bisa dikatakan sebagai bioma yang paling dingin. Bioma tundra ini dipecah menjadi dua macam, yakni tundra Arktik dan juga tundra Alpin. Tundra Arktik merupakan tundra yang berada di daerah kutub utara atau Artktik, dan tundra Alpin terdapat di puncak pegunungan yang tinggi, seperti di puncak pegunungan Jaya Wijaya.
    Bioma tundra ini banyak kita jumpai di daerah kutub Utara atau Arktik, Siberia, Finlanda, Rusia, dan juga Kanada. Bioma tundra ini merupakan ekosisten darat yang mempunyai ciri- cicri sebagai berikut:
    • Mengalami musim dingin yang sangat panjang, hingga mencapai 9 bulan
    • Mendapatkan sangat sedikit radiasi sinar matahari ketuka musim dingin, sehingga terlihat gelap
    • Mengalami musim panas selama 3 bulan saja
    • Tumbuhan- tumbuhan mulai tumbuh dan berkembang di musim panas ini
    • Tanahnya ditutupi oleh salu- salju yang mencaik ketika musim panas berlangsung
    • Memiliki flora yang khas, yaitu lumut sphagnum, dan lichen “reindeer”, pohon willow, birch, serta tumbuhan berbiji pendek yang mana mempunyai masa perkembangan sangat singkat, yakni 2 bulan saja
    • Mempunyai fauna yang khas juga, yakni muskoxem (bison yang berbulu teba), reindeer atau caribou atau rusa kutub, rubah, dan burung ptarmigan.
    Itulah beberapa  ciri yang dimiliki oleh bioma tundra ini. Untuk mengetahui lebih lengkap mengenai bioma ini, baca Bioma Tundra
    1. Bioma Gurun
    gurun
    Ekosistem darat yang selanjutnya adalah bioma gurun. Gurun merupakan padang yang mempunyai ukuran sangat luas dan mempunyai sifat tandus. Hal ini karena curah hujan yang turun sangatlah sedikit. bisa dikatakan bahwasannya hujan sangat jarang menimpa wilayah gurun ini.
    Contoh gurun yang terkenal di dunia adalah gurun Sahara di Afrika, dan gurun Gobi di Asia. Untuk mengetahui lebih dalam mengenai gurun ini, berikut merupakan ciri- ciri yang dimiliki oleh gurun:
    • Mempunyai curah hujan yang sangat rendah, yakni kurang dari 25 cm/ tahun
    • Keadaan tanah sangat tandus
    • Tanah tidak dapat menyimpan air
    • Mempunyai kecepatan evaporasi atau tingkat penguapan yang sangat tinggi
    • Memiliki kelembapan udara yang sangat rendah
    • Terdapat perbedaan suhu yang sangat ekstrim pada malam dan siang hari. Suhu pada siang hari bisa mencapai 60ᵒ Celcius, sedangkan di malam hari suhu bisa mencapai 0ᵒ Celcius.
    Itulah beberapa  ciri yang dimiliki oleh bioma gurun ini. Untuk mengetahui lebih lengkap mengenai bioma ini, baca Bioma Gurun.
    1. Bioma Taiga
    taiga 2
    Jenis ekosistem darat yang selanjutnya ada bioma taiga. Bioma taiga ini juga disebut sebgai hutan boreal. Bioma taiga ini berada di wilayah atau daerah di antara daerah pemiliki iklim sub tropis denagan daerah yang memiliki iklim kutub.
    Selain di daerah yang demikian, bioma taiga ini juga berada di daerah yang memiliki iklim dingin. Daerah- daerah yang memiliki bioma ini antara lain Alaska, Amerika Utara, Rusia, dan semenanjung Skandinavia. Untuk mengetahui lebih jelas mengenai bioma ini, berikut ini merupakan ciri- ciri bioma  taiga ini:
    • Terdapat di antara daerah iklim sub tropis dengan daerah iklim kutub atau di daerah iklim dingin
    • Terdapat perbedaan suhu yang sangat mencolok antara musim panas dan juga musim dingin
    • Terjadi pertumbuhan tanaman ketika musim panas, yakni selama 3 hingga 6 bulan
    • Memiliki flora atau tumbuhan yang bersifat homogen atau berseragam
    • Tumbuhan yang dominan tumbuh disana adalah tumbuhan yang memiliki daun runcing seperti jaru (tumbuhan konifer), yang tampak selalu hijau sepanjang tahunnya
    • Dihuni oleh berbagai fauna khas, yakni srigala, burung, beruang hitam, moosem ajak, dan lynx.
    Itulah beberapa  ciri yang dimiliki oleh bioma taiga ini. Untuk mengetahui lebih lengkap mengenai bioma ini, baca Bioma taiga.
    1. Hutan hujan tropis
    Hutan Hujan Tropis
    Ekosistem darat selanjutnya juga berupa hutan hujan tropis. Sesuai dengan namanya, hutan ini berada di daerah yang memiliki iklim tropis, yakni daerah yang dilalui oleh garis khatulistiwa.
    Contoh hutan hujan tropis yang sangat terkenal di dunia antara lain hutan hujan tropis di lembah sungai Amazon, lembah sungai Kongo, dan beberapa lagi di Asia Tenggara (termasuk di Kalimantan, Indonesia). Untuk mengetahui lebih dalam mengenai hutan hujan tropis ini, berikut ini merupakan ciri- ciri yang dimiliki oleh hutan hujan tropis tersebut:
    • Memiliki tingkat curah hujan yang sangat tinggi, yakni antara 200 hingga 450 cm/ tahun
    • Mendapatkan sinar matahari sepanjang tahun
    • Suhu lingkungan antara 21 hingga 30 derajat Celcius
    • Pohon yang berada di hutan ini tumbuh tinggi hingga mencapai 55 m, dan juga membentuk tudung atau kanopi.
    • Hutan ini juga ditumbuhi beberapa tanaman rambat seperti rotan dan anggrek yang menempel di ponon- pohon untuk mendapatkan sinar matahari.
    • Sebagi tempat naungan beberapa fauna yang hidup di sekitar kanopi pohon, seperti macan tutul, jaguar, dan babi hutan. Hal ini karena di bawah kanopi binatang- binatang tersebut bisa dengan mudah mendapatkan makanan. Beberapa binatang juga ditemukan bisa terbang dan emmanjat, seperti monyet, burung, kelelawar, ular, tupai, dna juga beberapa macam serangga.
    Itulah beberapa  ciri yang dimiliki oleh hutan hujan tropis ini. Untuk mengetahui lebih lengkap mengenai bioma ini, baca hutan hujan tropis.
    1. Padang Rumput
    padang rumput
    Jenis ekosistem darat yang terakhir adalah padang rumput. Sama seperti hutan hujan tropis, padang rumput ini  juga terdapat di wilayah atau daerah tropis hingga mempunyai iklim sedang. Beberapa negara yang mempunyai banyak padang rumput antara lain Amerika Selatan, Hongaria, Australia, Rusia bagian Selatan, dan beberapa di wilayah Indonesia.
    Daerah di Indonesia yang banyak mempunyai padang rumput adalah di wilayah Nusa Tenggara. Untuk mengenal lebih dekat mengenai padang rumput ini, berikut merupakan ciri- ciir dari padang rumput:
    • Terdapat di daerah yang mempunyai iklim tropis dan juga sub tropis
    • Mempunyai curah hujan rata- rata sebesar 25 hingga 50 cm/ tahun. Curah hujan yang demikian ini turun dengan tidak teratur
    • Di daerah yang memiliki curah hujan tinggi, terdapat rumput yang tumbuh subur yang tingginya mencapai 3 meter, seperti bluestem grasses. Sementara di daerah surah hujannya hanya sedikit terdapat rumput- rumput yang pendek seperti grama dan bufallo grasses.
    • Suhu di padang rumput umumnya terasa panas
    • Terdapat posoritan dan juga drainase yang tidak teratur, hal ini akan menyebabkan tumbuhan sukar untuk dapat mengambil air
    • Dihuni oleh beberapa hewan khas padang rumput, yakni reptil, burung, kijang, singa, kanguru, srigala, cheetah, jaguar, zebra, jerapah, hewan- hewan pengerat, dan berbagai jenis serangga.
    Itulah beberapa ciri yang dimiliki oleh bioma padang rumput ini. Dari semua ekosistem darat, padang rumput merupakan salah satu ekosistem yang indah dan didatangi oleh banyak orang untuk berbagai macam kepentingan.
    Itulah ketujuh macam ekosistem darata yang tergambar dalam bioma. Ekosistem darat tersebut tersebar di berbagai belahan dunia, dan setiap daerahnya pun mempunyai jenis ekosistemnya masing- masing. Hal ini tergantung dengan letak geografis negara tersebut pula.
  • Manfaat Ekosistem Darat


    1. Sebagai tempat hidup atau habitat beragam makhluk hidup
    Ekosistem daratan yang berupa bioma ini merupakan suatu tempat yang bermanfaat sebagai rumah dari berbagai jenis tumbuhnan maupun hewan atau flora atau fauna yang berada di wilayah bioma tersebut. Di tempat inilah tumbuhan dan binatang tersebut menjalani kehidupan, siklus hidup maupun rantai makanan yang mereka punyai. Karena bioma inilah flora dan fauna tersebut dapat lestari dan menjadi kekayaan alam.
    1. Mencerminakan bahwa kehidupan darat itu ada
    Ekosistem yang merupakan interaksi antara makhluk hidup dengan lingkungannya ini merupakan suatu pertanda bahwasannya kehidupan di Bumi, khususnya kehidupan di daratan itu ada. Ekosistem ini merupakan hubungan yang saling terkait antara satu sama lain dari berbagai komponen. Hal ini juga mengindikasikan bahwasannya setiap makhluk hidup saling membutuhkan satu sama lainnya.
    1. Sebagai sarana edukasi
    Ekosistem darat juga mempunyai fungsi sebagai saraa edukasi tentang ketergantungan makhluk hidup terhadap lingkungannya. Bioma- bioma yang merupakan bentuk ekosistem darat bisa dijadikan sebagai objek penelitian sehingga manusia bisa meneliti tentang seperapa besar pengaruh lingkungan terhadap makhluk hidup dan juga komponen mana saja kan yang paling mempengaruhi bagi makhuk hidup.
    Itulah beberapa manfaat yang dapat kita peroleh dari ekosistem darat ini. Selain manfaat yang telah disebutkan di atas, masih banyak manfaat- manfaat lainnya dari ekosistem darat ini baik yang kita sadari maupun yang tidak kita sadari.
  • Sumber : IlmuGeografi.com